- December 21, 2025
- kitaadalahsurya
- 0 Comments
- Artikel
Keutamaan Tholabul ‘Ilmi di Era Revolusi Industri 5.0
Allah SWT mengajarkan umatnya agar selalu cinta kepada kepada ilmu. Mengapa bukan harta? Karena ilmu adalah satu-satunya alat untuk menggapai segalanya, termasuk harta.
Pada zaman yang telah masuk era revolusi industri 5.0 memberikan tantangan baru bagi Generasi Z dan Alpha untuk bersaing dalam tatanan global yang semakin eklektik ini. Persaingan global semakin pesat tersebut dipengaruhi adanya derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dari masa ke masa terus mengalamai perkembangan yang sangat kontras. Inilah potret zaman sekarang. Kalau Gen Z, Gen Alpha atau generasi yang akrab dengan kemajuan teknologi tidak cekatan (sigap), maka akan tergerus dengan transformasi zaman ini.
Bahkan dalam Agama Islam, menuntut ilmu itu fardhu ain (wajib) hukumnya bagi setiap persada muka bumi ini; lelaki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, raja atau rakyat tanpa terkecuali – sebagaimana Nabi SAW bersabda. “Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” (HR. Bukhari). Sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, “Ilmu membuat seseorang jadi mulia, baik di hadapan manusia juga di hadapan-Nya”.
Selain itu Allah SWT juga menegaskan bahwa “akan mengangkat derajat orang yang mempunyai ilmu pengetahuan”. Seperti di bawah ini:
- ” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Mujaadilah/ 58: 11)
- Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar/ 39: 9). Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? (QS. Az-Zumar/ 39: 9). “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (al-Mujadilah/ 58: 11).
Sekarang kita bahas dari segi pengertian. Ilmu berasal dari Bahasa Arab yang berarti عَلِمَ – يَعْلَمُ – عِلْمًا yang artinya “pengetahuan” atau “ilmu pengetahuan”. Secara harfiah bermakna mengetahui sesuatu secara mendalam hingga jelas.
Ilmu merupakan perkara abstrak yang tidak bisa dilihat dengan mata lahir. Wujud ilmu hanya bisa dirasakan ketika ilmu itu dalam bentuk perbuatan.
Lantas. Apakah semua ilmu akan mendapatkan balasan luar biasa seperti diatas? Tidak. Hanya ilmu yang bermanfaatlah yang mendapatkan doorprize dari Allah SWT.
Apa sih ilmu yang bermanfaat itu?
“Ya Rabbi. Apakah ilmu yang bermanfaat itu?”, Tanya Nabi Allah SWT, Nabi Daud As
“Ialah ilmu yang bertujuan untuk mengetahui keluhuran, keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan kekuasaan-ku atas segala sesuatu. Inilah yang mendekatkan engkau kepada-Ku.
Lalu Mengapa Harus Ilmu Yang Bermanfaat?
Era disrupsi ini, di sekitar kita banyak sekali informasi dan berita yang tidak bernilai bagaikan sampah. Berbagai informasi seperti itu bisa dengan mudah didapat dari televisi, koran, majalah atau platform media online. Bahkan sekarang ini info bisa diakses melalui laptop dan telpon genggam kita. Banyak sekali gossip, berita bohong (hoax), kisah-kisah seputar artis; pemain sinetron, pemain bola dan sebagainya nyaris tidak ada manfaatnya bagi kehidupan kita. Informasi ini bukan hanya melalaikan, namun dapat saja menyesatkan atau mendorong kita berpikir negatif atau pesimis sehingga kehilangan gairah mencari dan menegakkan kebenaran. Banyak pula yang tanpa sadar menjadi pendukung parah ahli maksiat dan menolak kebenaran ajaran Islam dengan berbagai alasan.
Gambaran ilmu demikian ini adalah ilmu yang bermanfaat. Menjadi sangat penting karena ilmu dicari bukan untuk dirinya sendiri, tetapi harus bisa menebar kebaikan kepada orang lain.
Pepatah arab mengatakan, العلم بلا عمل كالشجر بلاثمر “al ilmu bila amalin kassyajari bila samarin”. Lafadz الشجر merupakan buah dari ilmu yang mewujud dalam bentuk perbuatan. Menjadi pribadi yang menebar manfaat untuk orang lain, dan berkontribusi positif bagi kehidupan. Untuk memperolehnya seseorang harus mempunyai ilmu.
Begitulah arti sebuah ilmu. Ilmu lebih bermanfaat dari pada dunia dan isinya. Karena yang menggerakkan segala isi dunia ini adalah ilmu. Bayangkan, uang tidak akan berarti jika tidak ada nilai nominalnya. Nilai nominal itu ada dikarenakan ilmu yang berbicara. Emas, perak, semua bernilai tinggi dikarenakan ilmu menganggap kedua barang itu langka dan indah sehingga nilai jualnya tinggi.
Itulah sedikit hal yang perlu diperhatikan dalam tholabul ‘ilmi. Baik sebagai penyemangat dan menjadi ilmu di masa depan. Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang menyebabkan kita semakin dapat mengenal Allah, yang dapat kita amalkan, yang membuat kita rendah hati serta terhindar dari sifat takabur. Mudah-mudahan kita dapat menjadi pribadi yang haus akan ilmu yang bermanfaat yang akan berguna bagi kita di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Wallahu a’lam biṣṣawab.
Oleh : Ellviaaf



Leave a Comment